By

Published on

Arab Saudi–Turki Siapkan Jalur Kereta Jeddah–Istanbul, Melewati Dua Kota Suci

Arab Saudi dan Turki tengah menggodok rencana pembangunan jalur kereta lintas negara yang akan menghubungkan Jeddah dengan Istanbul melalui sejumlah kota suci. Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap studi kelayakan yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Menteri Transportasi Arab Saudi, Saleh al-Jasser, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang untuk memperkuat konektivitas kawasan sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan antarnegara. Menurutnya, jalur ini akan mendorong integrasi regional, mendukung arus perdagangan, serta menghadirkan sistem transportasi darat yang berkelanjutan di kawasan.

Berdasarkan laporan theislamicinformation, rute kereta direncanakan dimulai dari Jeddah, melintasi Makkah dan Madinah, kemudian berlanjut ke Yordania dan Suriah hingga mencapai Istanbul.

Koridor tersebut diproyeksikan menjadi penghubung darat strategis antara kawasan Teluk dan Eropa, sekaligus memperkuat jaringan logistik regional yang telah berkembang di Arab Saudi.

Terintegrasi dengan Jaringan Logistik Saudi

Saat ini, Arab Saudi telah membangun koridor logistik yang menghubungkan pelabuhan di wilayah timur dengan kawasan perbatasan utara, seperti Al Haditha yang berbatasan dengan Yordania.

Koridor ini dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan konektivitas lintas negara ke depan, termasuk integrasinya dengan proyek jalur kereta regional tersebut.

Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur rel di wilayah Turki, Suriah, dan Yordania sebagai tulang punggung konektivitas utama.

Pada 7 April, ketiga negara tersebut telah menandatangani nota kerja sama transportasi di Amman guna memperkuat konektivitas jalan dan rel. Menteri Transportasi Turki, Abdulkadir Uraloglu, menyebut proyek ini sebagai langkah penting dalam membangun jalur perdagangan utara–selatan yang menghubungkan Eropa dengan kawasan Teluk.

Menghidupkan Kembali Semangat Jalur Hijaz

Proyek ini juga dipandang sebagai upaya menghidupkan kembali semangat Jalur Kereta Hijaz yang dibangun pada awal abad ke-20.

Jalur tersebut digagas oleh Sultan Abdul Hamid II pada 1900 dengan tujuan menghubungkan Istanbul hingga Makkah. Namun, proyek tersebut terhenti akibat Perang Dunia I dan hanya berhasil mencapai Madinah, sekitar 400 kilometer sebelum Makkah.

Segmen yang sempat terselesaikan, yakni dari Damaskus ke Madinah, memiliki panjang sekitar 1.300 kilometer dan menjadi satu-satunya proyek kereta besar yang sepenuhnya dibangun oleh Kekaisaran Ottoman.

Meski telah diumumkan, proyek ini masih dalam tahap studi kelayakan. Hingga kini, pemerintah belum mengungkapkan jadwal pembangunan, skema pembiayaan, maupun rute detail untuk segmen yang melintasi Yordania dan Suriah.

Jika terealisasi, jalur ini berpotensi menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di kawasan, sekaligus membuka konektivitas baru antara pusat-pusat ekonomi dan kota-kota suci di Timur Tengah hingga Eropa.

Discover Eventure 2025

An event for curious minds committed to the planet. Engineers, designers, educators, biologists, technologists, artists, city-makers, and activists — all working at the intersection of nature, science, and innovation to build a more sustainable future.

Join the Club

Stay updated with our latest tips and other news by joining our newsletter.

Tinggalkan Balasan