
Jemaah haji Indonesia yang membutuhkan bantuan mobilitas saat beribadah di Masjidil Haram diminta lebih berhati-hati dalam memilih jasa dorong kursi roda. Pemerintah mengimbau agar jemaah hanya menggunakan layanan resmi demi menghindari praktik penipuan maupun pungutan tarif yang tidak sesuai ketentuan.
Di tengah tingginya aktivitas ibadah dan padatnya kawasan sekitar masjid, layanan kursi roda menjadi kebutuhan penting bagi banyak jemaah. Fasilitas ini umumnya dimanfaatkan oleh lansia, jemaah dengan keterbatasan fisik, atau mereka yang kelelahan saat menjalankan rangkaian ibadah seperti umrah wajib, thawaf, dan sa’i.
Melalui informasi yang disampaikan Kementerian Haji dan Umrah RI, petugas resmi layanan dorong kursi roda memiliki tanda pengenal khusus yang dapat dikenali dengan mudah.
Cara Mengenali Petugas Resmi
Jemaah disarankan memastikan petugas yang digunakan berasal dari layanan resmi dengan ciri-ciri berikut:
- Mengenakan rompi abu-abu bertuliskan Carts Service di bagian belakang
- Membawa kartu identitas resmi
- Beroperasi di terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah
Selain itu, petugas haji juga menyiapkan kartu kendali untuk membantu proses pelayanan di area terminal.
Tarif Jasa Dorong Kursi Roda
Bagi jemaah yang menggunakan layanan dari terminal resmi, tarif yang berlaku sebagai berikut:
Terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah:
- Sebelum puncak haji: 250–500 SAR
- Setelah puncak haji: 350–600 SAR
Ketentuan:
- Pembayaran dilakukan tunai dengan mata uang riyal Saudi
- Tiket berlaku untuk satu orang
Tarif Sewa Kursi Roda dan Mobil Golf
Selain layanan dorong, tersedia pula penyewaan kursi roda dan mobil golf di area Masjidil Haram.
Sewa Kursi Roda
- Paket full umrah: 200 SAR
- Thawaf: 125 SAR
- Sa’i: 75 SAR
Sewa Mobil Golf
- Paket full umrah: 200 SAR
- Thawaf: 100 SAR
- Sa’i: 100 SAR
Ketentuan:
- Tiket berlaku untuk satu orang
- Pembelian tiket dilakukan langsung di lokasi
Tips Menjaga Kesehatan Kaki Saat Haji
Selain memperhatikan keamanan layanan mobilitas, jemaah juga diingatkan menjaga kesehatan kaki. Cuaca panas ekstrem di Tanah Suci dapat menyebabkan kulit kering, lecet, bahkan melepuh jika tidak diantisipasi.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai ukuran
- Siapkan tas kecil untuk menyimpan sandal saat masuk masjid
- Oleskan pelembap secara rutin agar kaki tidak kering
- Gunakan kaos kaki sebelum memakai alas kaki
Menjaga stamina dan kesehatan tubuh selama di Tanah Suci menjadi bagian penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan nyaman hingga puncak haji.
Sumber: himpuh.or.id

Tinggalkan Balasan