Pemerintah Arab Saudi kembali menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Salah satu pembaruan yang disiapkan adalah penyediaan paket kerikil siap pakai bagi para jemaah untuk pelaksanaan ritual lempar jumrah di Mina. Kebijakan ini dilakukan guna mempermudah aktivitas jemaah, khususnya saat berada di kawasan Mina dan Muzdalifah. Dengan adanya paket tersebut, jemaah tidak lagi harus mencari atau mengumpulkan batu sendiri seperti yang selama ini lazim dilakukan dalam prosesi haji.
Langkah modernisasi ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kenyamanan dan pengaturan arus jutaan jemaah yang memadati area lempar jumrah setiap musim haji.
Kerikil Didistribusikan di Ratusan Titik Layanan
Perusahaan pengelola kawasan suci, Kidana Development Company, menyiapkan kantong-kantong kerikil sebelum jemaah tiba di Muzdalifah dan Mina.
Distribusinya dilakukan melalui lebih dari 300 titik layanan yang ditempatkan di sepanjang jalur pejalan kaki. Dengan sistem tersebut, jemaah cukup mengambil paket yang telah tersedia, kemudian dapat langsung menuju area Jembatan Jamarat untuk melaksanakan lontar jumrah.
Dalam ritual ini, jemaah diwajibkan melempar tujuh butir kerikil ke Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah. Selanjutnya, pada hari-hari tasyrik, jemaah kembali melaksanakan lontar ke tiga jumrah.
Secara keseluruhan, kebutuhan kerikil setiap jemaah diperkirakan mencapai 49 hingga 70 butir, tergantung pilihan nafar dan lama tinggal di Mina.
Kerikil Bekas Diproses dan Digunakan Kembali
Tidak hanya menyediakan paket siap pakai, otoritas haji Arab Saudi juga menerapkan sistem daur ulang kerikil yang telah digunakan jemaah.
Kerikil yang dilempar ke area Jamarat akan masuk ke bagian bawah fasilitas dengan kedalaman sekitar 15 meter. Batu-batu tersebut kemudian dikumpulkan menggunakan sistem conveyor belt sebelum melalui tahap penyaringan dan pencucian.
Setelah dibersihkan, kerikil dipindahkan ke kendaraan penyimpanan untuk kemudian dikemas ulang dan disalurkan kembali ke titik distribusi selama musim haji berlangsung.
Dukungan Teknologi untuk Kelancaran Jemaah
Untuk menunjang pengelolaan arus manusia di kawasan Jamarat, pemerintah Arab Saudi melengkapi fasilitas tersebut dengan berbagai teknologi modern.
Tercatat terdapat ratusan eskalator, ratusan kamera pemantau digital, hingga kendaraan golf listrik yang membantu mobilitas jemaah dan petugas di area padat.
Selain itu, sistem keluar-masuk Jembatan Jamarat juga terintegrasi dengan kartu Nusuk berbasis RFID serta teknologi pemantauan kerumunan digital yang dioperasikan oleh Saudi Data and AI Authority.
Melalui penerapan teknologi ini, Arab Saudi berharap pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman, terutama pada fase lontar jumrah yang dikenal sebagai salah satu titik paling padat selama musim haji.
sumber: himpuh.or.id


Tinggalkan Balasan