By

Published on

Teknologi Corridor Gate Percepat Kepulangan Jamaah Haji di Bandara Soekarno-Hatta

Tangerang – Proses kedatangan jamaah haji Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini berlangsung lebih cepat berkat penerapan teknologi corridor gate, sistem pemeriksaan keimigrasian berbasis biometrik yang memungkinkan proses verifikasi dilakukan secara otomatis tanpa pemeriksaan manual berulang.

Inovasi yang mulai diterapkan pada fase pemulangan haji 2026 tersebut diklaim mampu memangkas waktu layanan hingga 90 persen dibandingkan metode pemeriksaan konvensional. Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah yang baru kembali dari Tanah Suci.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menjelaskan bahwa tingkat keberhasilan penggunaan corridor gate saat ini mencapai sekitar 90 persen dari total jamaah yang datang. Sementara itu, sekitar 10 persen lainnya masih memerlukan pemeriksaan manual akibat kendala saat proses verifikasi biometrik.

Menurutnya, jamaah yang mengalami kendala tidak perlu menunggu lama karena petugas langsung mengarahkan mereka ke konter pemeriksaan manual yang berada di area yang sama sehingga arus kedatangan tetap berjalan lancar.

Teknologi corridor gate menawarkan kecepatan layanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan auto gate yang selama ini digunakan di berbagai bandara internasional. Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Jerry Prima, mengatakan bahwa satu orang hanya memerlukan waktu sekitar tiga hingga lima detik untuk melewati pemeriksaan menggunakan sistem tersebut.

Sebagai perbandingan, auto gate membutuhkan waktu hingga 15 detik untuk setiap pengguna. Dengan demikian, corridor gate dinilai sangat efektif dalam mengurangi antrean, terutama saat ribuan jamaah haji tiba secara bersamaan.

Hingga hari kesepuluh fase debarkasi, sistem ini telah digunakan untuk melayani jamaah dari Kloter 25 yang berjumlah sekitar 441 orang. Sebagian besar kendala yang ditemukan selama operasional berasal dari posisi wajah pengguna yang kurang sesuai saat proses pemindaian berlangsung sehingga sistem belum dapat mengenali data biometrik secara optimal.

Meski demikian, pihak imigrasi memastikan kendala tersebut tidak berdampak signifikan karena dapat segera ditangani melalui jalur pemeriksaan manual yang telah disiapkan.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengungkapkan bahwa selama periode 1 hingga 30 Juni 2026 bandara tersebut dijadwalkan melayani kedatangan sebanyak 34.853 jamaah haji dari berbagai daerah di Indonesia.

Jumlah tersebut terdiri dari jamaah Debarkasi Pondok Gede, Bekasi, Banten, dan Lampung yang akan tiba melalui total 84 kelompok terbang (kloter). Kedatangan perdana diawali oleh jamaah dari Debarkasi Pondok Gede dan Debarkasi Bekasi dengan total 836 orang yang diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

Pemerintah berharap penerapan corridor gate dapat semakin meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan bagi jamaah haji Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari transformasi layanan keimigrasian yang lebih modern. Upaya tersebut juga melengkapi berbagai inovasi layanan haji yang telah diterapkan sejak proses keberangkatan hingga kepulangan jamaah ke Tanah Air.

Sumber: himpuh.or.id

Discover Eventure 2025

An event for curious minds committed to the planet. Engineers, designers, educators, biologists, technologists, artists, city-makers, and activists — all working at the intersection of nature, science, and innovation to build a more sustainable future.

Join the Club

Stay updated with our latest tips and other news by joining our newsletter.

Categories

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari MUTIARA KA'BAH

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca