Arab Saudi diperkirakan akan mengalami gelombang panas ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Suhu udara di sejumlah wilayah diprediksi menembus angka 50 derajat Celsius, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi para jemaah haji yang masih berada di Tanah Suci.
Berdasarkan prakiraan dari Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM), kondisi cuaca panas ekstrem diperkirakan berlangsung pada periode 20–25 Juni 2026. Beberapa wilayah utama yang berpotensi terdampak meliputi Provinsi Timur, Riyadh, Al-Qassim, Madinah, hingga wilayah Perbatasan Utara.
Provinsi Timur diprediksi menjadi kawasan dengan suhu tertinggi, berkisar antara 47–50 derajat Celsius. Sementara wilayah Riyadh, Al-Qassim, Madinah, dan Perbatasan Utara diperkirakan mengalami suhu antara 45–47 derajat Celsius.
Fenomena ini sejalan dengan data klimatologi jangka panjang NCM yang menunjukkan bahwa Juni merupakan salah satu bulan dengan suhu tertinggi dan tingkat kelembapan terendah di Arab Saudi.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut terjadi saat proses pemulangan jemaah haji dari berbagai negara masih berlangsung. Sebagian jemaah Indonesia diketahui masih berada di Madinah untuk menyelesaikan rangkaian akhir ibadah sebelum kembali ke Tanah Air.
Para jemaah diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan mengurangi risiko akibat paparan suhu tinggi yang dapat membahayakan tubuh.
Waspada Heatstroke di Tengah Cuaca Panas
Salah satu risiko kesehatan yang paling sering muncul saat suhu meningkat drastis adalah heatstroke atau sengatan panas. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh naik secara signifikan dalam waktu singkat dan berpotensi mengganggu fungsi organ tubuh.
Gejala heatstroke dapat berupa suhu tubuh mencapai lebih dari 39,5 derajat Celsius, kulit memerah dan terasa panas, denyut nadi lebih cepat, serta disertai keluhan seperti pusing, mual, atau muntah.
Untuk mengurangi risiko tersebut, jemaah disarankan memperbanyak waktu istirahat, berada di tempat yang teduh atau sejuk, serta rutin mengonsumsi air putih meskipun belum merasa haus.
Selain itu, menjaga asupan cairan tubuh, menggunakan pakaian longgar, membatasi aktivitas luar ruangan, dan mendinginkan tubuh dengan menyemprotkan air ke bagian tubuh yang terbuka juga dapat membantu mencegah dampak buruk suhu panas ekstrem.
Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda heatstroke, segera pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, longgarkan pakaian, kompres tubuh dengan air dingin, dan segera cari bantuan tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut.
Sumber: himpuh.or.id

Tinggalkan Balasan