Kementerian Haji dan Umrah menjadikan peningkatan pelayanan kesehatan sebagai salah satu agenda utama dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun mendatang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan haji 2026 agar kualitas layanan bagi jamaah dapat semakin ditingkatkan.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menilai aspek kesehatan perlu mendapatkan perhatian lebih serius setelah melihat hasil penyelenggaraan haji tahun ini. Menurutnya, sejumlah perbaikan harus dilakukan agar jamaah memperoleh pelayanan yang lebih optimal saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ia menjelaskan bahwa sektor kesehatan akan menjadi prioritas evaluasi, terutama pada proses pemeriksaan kondisi fisik calon jamaah sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan Kesehatan Awal Akan Diperkuat
Kementerian berencana memperketat pemeriksaan kesehatan sejak tahap awal pendaftaran dan persiapan keberangkatan. Langkah ini diharapkan dapat memastikan jamaah memiliki kondisi fisik yang memadai untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.
Selain fokus pada kesehatan, pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap kesiapan tahapan pra-operasional di Arab Saudi yang selama ini menjadi bagian dari tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Perbaikan tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran layanan serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji secara menyeluruh.
Apresiasi untuk Penyelenggaraan Haji 2026
Dalam kesempatan menyambut kepulangan jamaah haji Kloter 20 BTH di Jambi, Menteri Haji dan Umrah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi selama proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Ia juga berharap seluruh jamaah yang telah kembali ke Tanah Air senantiasa diberikan kesehatan serta memperoleh predikat haji mabrur.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyebut jumlah jamaah asal Jambi pada musim haji 2026 mencapai 3.308 orang.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi turut memberikan dukungan anggaran operasional melalui dana hibah sebesar Rp42 miliar. Nilai tersebut disebut menjadi salah satu dukungan terbesar yang diberikan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji di Indonesia.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah, baik pada tahap keberangkatan maupun saat proses pemulangan.
Sumber: himpuh.or.id

Tinggalkan Balasan