
Garuda Indonesia resmi menuntaskan seluruh rangkaian operasional penerbangan haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi. Selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, maskapai nasional tersebut berhasil mengangkut sebanyak 102.705 jemaah dari 10 embarkasi di Indonesia dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) kumulatif mencapai 94,3 persen.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan penerbangan haji merupakan tanggung jawab besar yang tidak hanya berkaitan dengan aspek operasional penerbangan, tetapi juga menyangkut pelayanan publik, keselamatan, serta komitmen perusahaan dalam melayani para tamu Allah.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan seluruh operasional haji menjadi bukti komitmen Garuda Indonesia untuk menghadirkan layanan transportasi udara yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan. Tingginya capaian ketepatan waktu juga menjadi indikator positif atas peningkatan kualitas operasional yang terus dilakukan perusahaan.
Ia menambahkan bahwa hasil tersebut sejalan dengan program transformasi Garuda Indonesia yang berfokus pada peningkatan keandalan operasional, penguatan kualitas layanan, serta optimalisasi koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan penerbangan.
Penerbangan Terakhir Tiba di Makassar
Rangkaian operasional penerbangan haji Garuda Indonesia ditutup dengan kedatangan penerbangan GA-1443 dari Madinah yang mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 1 Juli 2026.
Penerbangan tersebut membawa 244 jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 43 Embarkasi Makassar, sekaligus menjadi penutup seluruh layanan pemulangan jemaah haji yang dioperasikan Garuda Indonesia pada musim haji tahun ini.
Selama fase pemulangan, maskapai mencatat tingkat ketepatan waktu sebesar 90,3 persen. Jika digabungkan dengan fase keberangkatan, total OTP operasional haji 2026 mencapai 94,3 persen.
Garuda Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran penyelenggaraan penerbangan haji, mulai dari kementerian terkait, regulator penerbangan, otoritas bandara, hingga berbagai mitra operasional yang bekerja sama selama musim haji berlangsung.
Fokus Tingkatkan Layanan pada Musim Haji Mendatang
Glenny menjelaskan bahwa keberhasilan operasional tahun ini menjadi bagian dari proses transformasi perusahaan dalam memperkuat kesiapan armada, meningkatkan efektivitas koordinasi, serta menjaga konsistensi kualitas pelayanan kepada jemaah.
Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan penerbangan haji tidak hanya diukur dari ketepatan jadwal penerbangan, tetapi juga dari kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah, terutama lansia dan mereka yang memerlukan pendampingan khusus selama perjalanan.
Berbagai evaluasi dan masukan yang diperoleh selama operasional haji 2026 akan menjadi bahan penyempurnaan layanan untuk musim haji berikutnya. Garuda Indonesia berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan agar perjalanan ibadah jemaah Indonesia semakin aman, nyaman, dan bermartabat.
Pada hari terakhir fase pemulangan, maskapai mengoperasikan penerbangan bagi Kloter 41, 42, dan 43 Embarkasi Makassar serta Kloter 19 Embarkasi Banjarmasin. Adapun fase pemulangan berlangsung sejak awal Juni dari Jeddah dan dilanjutkan melalui Madinah hingga akhir bulan.
Sebagai maskapai pembawa bendera nasional, Garuda Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan ibadah haji Indonesia melalui layanan penerbangan yang profesional, andal, serta mengedepankan keselamatan dan kenyamanan seluruh jemaah.
Sumber: himpuh.or.id

Tinggalkan Balasan