By

Published on

Bandara Kertajati Tetap Layani Haji dan Umrah Meski Dikembangkan Jadi Pusat MRO Nasional

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dipastikan tetap melayani penerbangan sipil, termasuk operasional keberangkatan dan kepulangan jemaah haji serta umrah, meskipun pemerintah tengah mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat di Indonesia.

Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, dalam rapat bersama Komisi V DPR RI. Ia menegaskan bahwa pengembangan fasilitas pemeliharaan pesawat tidak akan mengurangi fungsi Kertajati sebagai bandara komersial.

Menurutnya, aktivitas MRO yang direncanakan, termasuk untuk kebutuhan pesawat militer, akan berjalan berdampingan dengan layanan penerbangan sipil sehingga masyarakat tetap dapat memanfaatkan Bandara Kertajati sebagai salah satu pintu perjalanan udara, termasuk untuk ibadah haji dan umrah.

Trafik Penumpang Meningkat Saat Musim Haji

Bandara Kertajati mencatat peningkatan jumlah penumpang internasional yang signifikan selama musim penyelenggaraan haji tahun 2026. Tingginya aktivitas tersebut menunjukkan bahwa peran Kertajati sebagai embarkasi haji terus berkembang.

Pada musim haji tahun ini, Kertajati melayani sebanyak 40 kelompok terbang (kloter), meningkat dibandingkan musim haji sebelumnya yang melayani 28 kloter. Peningkatan tersebut menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas dan kesiapan bandara dalam mendukung operasional penerbangan haji.

Disiapkan Menjadi Kawasan Industri Dirgantara

Selain memperkuat layanan penerbangan komersial, pemerintah juga mengembangkan Kertajati sebagai kawasan industri kedirgantaraan nasional. Pengembangan ini dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk membangun ekosistem industri penerbangan yang lebih terintegrasi.

Fokus pengembangan meliputi fasilitas pemeliharaan pesawat (MRO), produksi struktur pesawat (aerostructure), hingga pengembangan sistem pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial System (UAS).

Pada tahap awal, berbagai fasilitas yang telah tersedia di kawasan bandara, termasuk landasan pacu, akan dimanfaatkan untuk mendukung uji terbang berbagai produk PTDI, baik pesawat sayap tetap, helikopter, maupun pesawat tanpa awak yang digunakan untuk kebutuhan pertahanan dan sektor sipil.

Diminati Mitra Internasional

Pengembangan Kertajati juga mendapat perhatian dari sejumlah mitra internasional. Beberapa perusahaan global di sektor penerbangan telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mendukung pembangunan pusat pemeliharaan pesawat dan komponen aviasi di kawasan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan Kertajati sebagai lokasi pengembangan fasilitas pemeliharaan mesin pesawat Hercules karena memiliki lahan yang luas, infrastruktur yang memadai, serta potensi menjadi pusat layanan MRO berskala internasional.

Dengan pengembangan tersebut, Bandara Kertajati diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai gerbang transportasi udara, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan industri dirgantara nasional tanpa mengurangi perannya dalam melayani penerbangan komersial, termasuk perjalanan ibadah haji dan umrah.

Sumber: himpuh.or.id

Discover Eventure 2025

An event for curious minds committed to the planet. Engineers, designers, educators, biologists, technologists, artists, city-makers, and activists — all working at the intersection of nature, science, and innovation to build a more sustainable future.

Join the Club

Stay updated with our latest tips and other news by joining our newsletter.

Tinggalkan Balasan