
Makkah – Arab Saudi resmi memasuki Jamrat Al-Qaydh, yaitu periode yang dikenal sebagai fase paling panas dalam musim panas di wilayah Kerajaan. Fase ini dimulai pada 17 Juli 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga awal Agustus, dengan suhu udara yang mencapai titik tertinggi di sejumlah daerah.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut menjadi perhatian pemerintah Arab Saudi, terutama bagi masyarakat dan jamaah umrah yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci. Selama periode ini, jamaah diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi.
Jamrat Al-Qaydh Bertepatan dengan Fase Astronomi Al-Han’ah
Menurut penjelasan Burjas Al-Falih, anggota Afaq Astronomy Society, awal Jamrat Al-Qaydh bertepatan dengan dimulainya fase astronomi kedua dari rasi Gemini yang dikenal dengan nama Al-Han’ah.
Fase Al-Han’ah berlangsung selama sekitar 13 hari dan merupakan salah satu tahapan penting dalam siklus musim panas di Arab Saudi. Pada periode ini, sebagian besar wilayah Kerajaan mengalami peningkatan suhu yang sangat signifikan, disertai hembusan angin panas yang membuat kondisi udara semakin terik.
Sementara di wilayah pesisir, tingginya tingkat kelembapan menyebabkan suhu terasa lebih menyengat sehingga masyarakat dan jamaah perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.
Dijuluki “Pemasak Kurma”
Jamrat Al-Qaydh telah lama dikenal dalam tradisi masyarakat Arab dengan sebutan “Tabbakh Al-Tamr” atau “pemasak kurma”.
Julukan tersebut menggambarkan kondisi cuaca yang sangat panas sehingga mampu mempercepat proses pematangan buah kurma. Pada fase ini, kurma mulai memasuki tahap rutab, yaitu masa ketika buah menjadi lebih lembut, mengandung kadar air yang lebih tinggi, dan siap menuju proses pematangan sempurna sebelum menjadi kurma kering.
Fenomena ini telah menjadi penanda penting dalam siklus panen kurma yang diwariskan secara turun-temurun di kawasan Arab.
Jamaah Diimbau Hindari Aktivitas pada Jam Puncak Panas
Menghadapi suhu yang terus meningkat, pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat serta jamaah umrah untuk mengikuti berbagai panduan keselamatan selama musim panas.
Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dihindari pada waktu puncak panas, terutama mulai menjelang tengah hari hingga sore hari ketika intensitas sinar matahari berada pada tingkat tertinggi.
Selain itu, jamaah disarankan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi, serta beristirahat apabila mulai merasakan gejala kelelahan akibat panas. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko dehidrasi, heat exhaustion, maupun heatstroke yang dapat terjadi akibat paparan suhu ekstrem.
Dengan mematuhi imbauan keselamatan tersebut, jamaah diharapkan dapat tetap menjalankan rangkaian ibadah umrah dengan aman, nyaman, dan tetap menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Sumber: himpuh.or.id

Tinggalkan Balasan