
Makkah – Musim umrah 1448 Hijriah diawali dengan peningkatan signifikan jumlah jamaah internas
ional yang datang ke Arab Saudi. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama Pilgrim Experience Program, tercatat sekitar 931.500 visa umrah telah digunakan oleh jamaah dari berbagai negara sejak 15 Dzulhijjah hingga akhir Muharram.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 22,5 persen dibandingkan periode yang sama pada musim umrah tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan Arab Saudi dalam memperkuat layanan ibadah melalui berbagai inovasi yang sejalan dengan program Saudi Vision 2030.
Lebih dari 1,27 Juta Jamaah Asing Tiba di Arab Saudi
Selain meningkatnya jumlah pemegang visa umrah, pemerintah Arab Saudi juga melaporkan bahwa lebih dari 1,27 juta jamaah dari luar negeri telah memasuki wilayah Kerajaan pada periode yang sama.
Data tersebut menunjukkan tingginya antusiasme umat Islam dunia untuk kembali melaksanakan ibadah umrah, sekaligus mencerminkan semakin pulih dan berkembangnya sektor perjalanan ibadah internasional.
Indonesia Jadi Penyumbang Jamaah Terbesar Kedua
Dalam daftar negara asal jamaah, Pakistan menempati posisi pertama dengan sekitar 200 ribu jamaah yang datang untuk menunaikan ibadah umrah.
Sementara itu, Indonesia berada di urutan kedua dengan jumlah sekitar 170 ribu jamaah, disusul Irak di posisi ketiga dengan sekitar 130 ribu jamaah.
Besarnya jumlah jamaah asal Indonesia kembali menegaskan tingginya minat masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci. Hal ini juga memperlihatkan eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah.
Jalur Udara Masih Menjadi Pilihan Utama
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat bahwa sebagian besar jamaah internasional memilih menggunakan transportasi udara untuk memasuki negara tersebut.
Sekitar 75 persen jamaah tiba melalui penerbangan internasional, sedangkan 25 persen lainnya menggunakan jalur darat maupun pelabuhan laut. Dominasi perjalanan udara menunjukkan pentingnya konektivitas penerbangan internasional dalam mendukung kelancaran mobilitas jamaah dari berbagai belahan dunia.
Transformasi Digital Tingkatkan Kualitas Layanan
Pemerintah Arab Saudi menilai peningkatan jumlah jamaah tidak terlepas dari berbagai pembaruan layanan berbasis teknologi yang terus dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir.
Digitalisasi diterapkan pada berbagai tahapan pelayanan, mulai dari proses pengajuan visa, pengelolaan perjalanan, hingga layanan yang mendukung kenyamanan jamaah selama berada di Tanah Suci. Langkah tersebut bertujuan menciptakan proses ibadah yang lebih praktis, efisien, serta memberikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi para tamu Allah.
Seluruh pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari implementasi Saudi Vision 2030, yang menjadikan peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah sebagai salah satu prioritas utama pemerintah Arab Saudi dalam menyambut jutaan jamaah dari berbagai negara setiap tahunnya.
Sumber: himpuh.or.id

Tinggalkan Balasan