By

Published on

Perdokhi Dorong Konsep “Fit to Hajj”, Kesehatan Jemaah Disiapkan untuk Seluruh Rangkaian Ibadah

JAKARTA – Persiapan kesehatan calon jemaah haji dinilai perlu mengalami perubahan pendekatan. Pemeriksaan kesehatan tidak lagi cukup hanya untuk memastikan seseorang layak melakukan perjalanan ke Arab Saudi atau fit to fly, tetapi juga harus memastikan calon jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah haji secara aman dan mandiri atau fit to Hajj.

Gagasan tersebut didorong oleh Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) melalui pengembangan Klinik Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (KTKHU). Model ini dirancang sebagai sistem pembinaan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.

Penguatan konsep KTKHU akan menjadi salah satu pembahasan dalam Workshop Bimbingan Teknis Klinik Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah yang dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta. Kegiatan tersebut dapat diikuti secara langsung maupun daring.

Tak Sekadar Pemeriksaan Kesehatan

Ketua Umum Perdokhi, dr. Syarief Hasan Lutfie, mengatakan KTKHU dikembangkan untuk menggabungkan berbagai unsur pembinaan kesehatan dalam satu sistem pelayanan.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup kebugaran fisik, rehabilitasi, edukasi kesehatan, hingga pembinaan ibadah. Seluruh proses tersebut dilakukan secara berkesinambungan dengan menyesuaikan kebutuhan setiap calon jemaah.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan persiapan yang lebih matang sebelum jemaah berada di Tanah Suci. Dengan demikian, status kesehatan calon jemaah tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan melakukan perjalanan, tetapi juga berdasarkan kemampuan menjalankan aktivitas ibadah yang membutuhkan kondisi fisik dan daya tahan tubuh.

“Melalui pendekatan yang lebih personal dan berbasis kebutuhan jamaah, kami ingin memastikan setiap calon jamaah tidak hanya sehat untuk berangkat (fit to fly), tetapi juga benar-benar siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara aman, mandiri, dan optimal (fit to Hajj),” ujar Syarief.

Pembinaan Disesuaikan Kondisi Jemaah

Konsep KTKHU mengedepankan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kondisi dan kebutuhan masing-masing calon jemaah.

Program pembinaan mencakup penguatan istitha’ah kesehatan, pengelolaan penyakit kronis, peningkatan kebugaran, rehabilitasi medik, serta edukasi mengenai kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Selain itu, aspek pembinaan ibadah juga menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Materi dan pendampingan disesuaikan dengan kondisi klinis serta kemampuan fungsional setiap calon jemaah.

Dalam pelaksanaannya, sistem KTKHU juga menggunakan pendekatan berdasarkan International Classification of Diseases (ICD) dan International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF-WHO).

Penggunaan kedua pendekatan tersebut diharapkan membantu tenaga kesehatan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi calon jemaah, termasuk penyakit yang dimiliki maupun kemampuan mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tenaga Kesehatan Perlu Diperkuat

Perdokhi menilai keberhasilan penerapan konsep KTKHU tidak terlepas dari kompetensi tenaga kesehatan yang terlibat. Peningkatan kemampuan tenaga medis menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan sistem istitha’ah kesehatan menuju pelayanan yang berpusat pada kebutuhan jemaah atau person-centered care.

Workshop yang digelar pada September mendatang diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada tenaga kesehatan mengenai konsep, mekanisme, serta standar pelayanan KTKHU.

Dengan pembinaan yang lebih terintegrasi, Perdokhi berharap calon jemaah haji Indonesia dapat mempersiapkan kondisi fisiknya sejak jauh hari. Target akhirnya adalah menghasilkan jemaah yang lebih sehat dan bugar serta mampu menjalankan ibadah dengan aman, mandiri, dan optimal.

Perdokhi Siapkan Pelatihan Dokter Haji Khusus

Selain workshop KTKHU, Perdokhi juga menjadwalkan Pelatihan Dokter Haji Khusus Batch IV pada 4–6 September 2026.

Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dokter yang nantinya memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah haji khusus.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya kesehatan dalam penyelenggaraan haji. Dengan tenaga kesehatan yang semakin kompeten dan sistem pembinaan yang lebih terpadu, persiapan kesehatan jemaah diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan menjelang keberangkatan, tetapi menjadi proses pembinaan yang dimulai sejak jauh sebelum berada di Tanah Suci.

Perubahan paradigma dari fit to fly menuju fit to Hajj pada akhirnya menempatkan kesehatan sebagai bagian penting dari kesiapan jemaah dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Sumber: himpuh.or.id

Discover Eventure 2025

An event for curious minds committed to the planet. Engineers, designers, educators, biologists, technologists, artists, city-makers, and activists — all working at the intersection of nature, science, and innovation to build a more sustainable future.

Join the Club

Stay updated with our latest tips and other news by joining our newsletter.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari MUTIARA KA'BAH

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca