
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan untuk melaksanakan ibadah umrah. Masih ditemukannya travel yang menawarkan paket umrah tanpa legalitas yang jelas dinilai dapat merugikan jemaah.
Penyelenggara yang tidak memiliki izin berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kegagalan keberangkatan, jemaah terlantar, masalah kepulangan, hingga dugaan penipuan.
Kemenhaj menegaskan bahwa setiap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) harus memiliki izin resmi, memenuhi ketentuan akreditasi, serta menjalankan standar pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah.
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Akhmad Fauzin, mengatakan kepatuhan terhadap aturan merupakan kewajiban utama bagi seluruh penyelenggara perjalanan umrah.
Ia menegaskan sejumlah praktik yang merugikan masyarakat tidak dibenarkan, termasuk penggunaan izin milik pihak lain, penawaran paket fiktif, promosi yang menyesatkan, serta akad atau perjanjian yang tidak transparan.
Menurutnya, pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan tindakan dan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
PPIU Resmi Harus Penuhi Standar Layanan
Kemenhaj masih menemukan sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan perjalanan umrah. Beberapa di antaranya berupa jemaah yang terlantar, keberangkatan atau kepulangan yang tidak sesuai rencana, hingga dugaan penipuan yang melibatkan penyelenggara tanpa izin maupun oknum perantara.
Karena itu, pengawasan terhadap kepatuhan penyelenggara menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada jemaah.
Masyarakat juga dapat menjadikan status perizinan dan akreditasi sebagai salah satu indikator sebelum menentukan pilihan travel umrah.
Akhmad Fauzin menekankan bahwa penyelenggaraan umrah tidak semata-mata berkaitan dengan bisnis perjalanan. Di dalamnya terdapat aspek ibadah dan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan tata kelola profesional, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Sinergi antara pemerintah dan PPIU, lanjutnya, harus diarahkan untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan berjalan sesuai hukum sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada jemaah.
Kemenhaj Soroti Tawaran Paket Umrah Terlalu Murah
Selain legalitas, masyarakat juga diminta tidak mudah tergiur dengan penawaran paket umrah yang harganya jauh di bawah kewajaran.
Kemenhaj mengingatkan penyelenggara agar tidak melakukan persaingan harga secara tidak sehat apabila berdampak pada penurunan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Sebelum paket dipasarkan, seluruh komponen layanan seharusnya sudah memiliki kepastian. Hal itu meliputi visa, tiket penerbangan pulang-pergi, hotel, konsumsi, transportasi selama di Arab Saudi, hingga layanan dari syarikah.
Kepastian tersebut penting agar jemaah tidak menghadapi persoalan setelah pembayaran dilakukan atau ketika waktu keberangkatan semakin dekat.
Dengan demikian, masyarakat disarankan tidak hanya membandingkan harga, tetapi juga memastikan apa saja fasilitas yang diberikan serta apakah seluruh layanan tersebut benar-benar tersedia dan terjamin.
Travel Umrah Tanpa Izin Akan Ditindak
Kemenhaj memastikan pengawasan terhadap penyelenggaraan perjalanan umrah akan terus diperkuat. PPIU maupun individu yang terbukti menjalankan kegiatan umrah tanpa izin atau melakukan tindakan yang merugikan jemaah dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan.
Direktur Pengawasan Haji dan Umrah Kemenhaj, Ahmad Abdullah, menegaskan bahwa praktik penyelenggaraan umrah ilegal harus dicegah karena dapat mengancam keselamatan dan kepastian perjalanan masyarakat.
Pemerintah pun mengajak masyarakat berperan aktif dengan tidak menggunakan jasa travel yang status legalitasnya tidak jelas.
Calon jemaah sebaiknya memastikan biro perjalanan yang dipilih merupakan PPIU resmi sebelum melakukan pendaftaran maupun pembayaran. Informasi mengenai legalitas penyelenggara dapat diperiksa melalui layanan resmi Kemenhaj.
Selain itu, calon jemaah perlu memastikan jadwal keberangkatan, status visa, serta rincian layanan yang tercantum dalam paket. Pembayaran juga sebaiknya dilakukan melalui mekanisme resmi perusahaan penyelenggara, bukan kepada pihak atau rekening pribadi yang tidak memiliki hubungan jelas dengan perusahaan.
Memilih travel umrah secara cermat menjadi langkah penting agar perjalanan ibadah berlangsung aman, nyaman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sumber: himpuh.or.id

Tinggalkan Balasan