By

Published on

Umrah Makin Digital, AI Saudi Kini Bisa Dampingi Jemaah Saat Tawaf dan Sa’i

MAKKAH – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai membawa perubahan besar dalam pelayanan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi. Teknologi yang sebelumnya banyak digunakan untuk mengolah data kini mulai diterapkan secara langsung untuk membantu jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memanfaatkan AI dan analisis data untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, mengelola pergerakan jemaah, hingga menyediakan informasi secara real time.

Teknologi tersebut digunakan untuk membaca pola pergerakan kerumunan, memperkirakan periode kepadatan, mengoptimalkan transportasi bus, serta memberikan informasi kepada jemaah dalam lebih dari 180 bahasa.

Transformasi digital ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi menghadirkan pengalaman umrah yang semakin mudah, aman, dan sesuai dengan kebutuhan jemaah dari berbagai negara.

AI Bantu Kelola Kepadatan Jemaah

Jumlah jemaah yang datang ke Tanah Suci dalam setiap musim haji dan umrah sangat besar. Kondisi tersebut membuat pengelolaan arus manusia menjadi salah satu tantangan utama dalam pelayanan.

Untuk mengantisipasinya, Kementerian Haji dan Umrah memanfaatkan analitik data dan teknologi AI untuk membaca berbagai pola perjalanan jemaah.

Data mengenai tren kunjungan, perilaku jemaah, permintaan layanan, hingga waktu kedatangan dan kepulangan dapat dianalisis untuk membantu pemerintah melakukan perencanaan lebih awal.

Teknologi predictive analytics juga dimanfaatkan untuk memperkirakan periode dengan tingkat kepadatan tinggi. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar dalam mengatur pergerakan kelompok jemaah dan berbagai kebutuhan operasional di lapangan.

Dengan sistem berbasis data, pengelolaan jemaah diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur dan responsif.

Transportasi Umrah Ikut Dioptimalkan

Pemanfaatan AI tidak berhenti pada pengelolaan kerumunan. Sektor transportasi jemaah juga menjadi bagian dari transformasi digital tersebut.

Pergerakan bus dianalisis untuk membantu menentukan rute perjalanan yang lebih efisien, khususnya dalam mobilitas jemaah antara berbagai lokasi penting di Tanah Suci.

Pengolahan data secara real time memungkinkan pengelola layanan memiliki gambaran yang lebih baik mengenai kondisi perjalanan dan kebutuhan transportasi.

Bagi jemaah umrah, optimalisasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan perjalanan sekaligus membuat mobilitas menuju berbagai lokasi ibadah menjadi lebih terorganisasi.

Nusuk AI Jadi Asisten Digital Jemaah

Salah satu inovasi yang berinteraksi langsung dengan jemaah adalah Nusuk AI. Layanan berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk memberikan informasi seputar haji, umrah, serta berbagai kebutuhan perjalanan jemaah.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan Nusuk AI memberikan respons dalam lebih dari 180 bahasa. Layanan tersebut juga dilengkapi dengan fitur interaksi suara sehingga lebih mudah digunakan oleh jemaah dari berbagai negara.

Sejak diperkenalkan, Nusuk AI telah digunakan oleh lebih dari 2 juta pengguna. Dalam satu bulan terakhir, jumlah pengguna layanan tersebut tercatat mencapai sekitar 393.000 orang.

Kehadiran layanan ini membuat jemaah memiliki akses terhadap informasi digital tanpa harus selalu mencari bantuan secara langsung.

Ada Mutawwif Digital untuk Tawaf dan Sa’i

Yang menarik, teknologi AI kini bahkan dapat digunakan untuk membantu jemaah ketika menjalankan ibadah.

Melalui aplikasi Nusuk, Kementerian Haji dan Umrah menyediakan fitur Digital Mutawwif yang berfungsi sebagai pendamping digital selama pelaksanaan Tawaf dan Sa’i.

Teknologi spatial AI digunakan untuk memahami posisi dan pergerakan jemaah. Sistem tersebut kemudian dapat memberikan panduan berdasarkan kondisi dan lokasi jemaah secara langsung.

Digital Mutawwif juga memiliki kemampuan untuk membantu menghitung putaran Tawaf dan Sa’i secara otomatis. Selain itu, jemaah dapat memperoleh panduan serta doa yang berkaitan dengan tahapan ibadah yang sedang dilakukan.

Dalam periode satu bulan, layanan Digital Mutawwif tercatat telah digunakan lebih dari 2 juta kali. Sementara itu, lebih dari 1,4 juta pengguna dilaporkan telah menyelesaikan Tawaf dan Sa’i dengan dukungan layanan digital tersebut.

Penggunaan AI Tetap Didorong Secara Bertanggung Jawab

Di tengah semakin luasnya penerapan AI dalam ekosistem haji dan umrah, pemerintah Arab Saudi juga memberikan perhatian terhadap aspek etika dan keamanan penggunaan teknologi.

Layanan Nusuk AI mendapatkan AI Ethics Mark dari Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA). Pengakuan tersebut menjadi bagian dari komitmen terhadap penerapan AI yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

Pengembangan teknologi digital ini sejalan dengan agenda Saudi Vision 2030 dan Pilgrim Experience Program, yang menempatkan peningkatan kualitas pengalaman jemaah sebagai salah satu prioritas.

Bagi jemaah umrah, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci ke depan tidak hanya semakin mudah dari sisi akses perjalanan, tetapi juga semakin terintegrasi dengan teknologi.

Dari memperoleh informasi, mengatur perjalanan, membaca kepadatan, hingga mendapatkan panduan saat Tawaf dan Sa’i, AI mulai ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pelayanan yang mendampingi jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Sumber: himpuh.or.id

Discover Eventure 2025

An event for curious minds committed to the planet. Engineers, designers, educators, biologists, technologists, artists, city-makers, and activists — all working at the intersection of nature, science, and innovation to build a more sustainable future.

Join the Club

Stay updated with our latest tips and other news by joining our newsletter.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari MUTIARA KA'BAH

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca