Otoritas pengelola Dua Masjid Suci menerbitkan gambaran tingkat kepadatan di area mataf dan mas’a selama bulan Rabiul Akhir. Bagi jemaah yang sedang atau akan berumrah pada bulan ini, panduan tersebut memberi dasar untuk memilih jam tawaf dan sa’i.
General Authority for the Care of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque mencatat dua rentang dengan kepadatan ringan, yaitu pukul 22.00 sampai 04.00 dan pukul 08.00 sampai 16.00. Otoritas menyebut ruang gerak jemaah di kedua area itu lebih longgar pada jam-jam tersebut.
Kepadatan sedang tercatat pada pukul 05.00 hingga 07.00, sementara puncak keramaian berlangsung pukul 17.00 sampai 21.00.
Rincian tingkat kepadatan
- 22.00-04.00: kepadatan ringan
- 05.00-07.00: kepadatan sedang
- 08.00-16.00: kepadatan ringan
- 17.00-21.00: kepadatan tertinggi
Apa artinya bagi jemaah
Dari empat rentang tersebut, jendela lengang terpanjang berada pada pukul 08.00 sampai 16.00, yakni delapan jam penuh di tengah hari. Rentang malam 22.00 sampai 04.00 juga tergolong ringan, tetapi berdurasi enam jam.
Menurut pembacaan kami, panduan ini paling berguna bagi jemaah yang punya keleluasaan mengatur sendiri jam tawaf dan sa’i di luar jadwal rombongan. Otoritas menempatkan indikator semacam ini sebagai bagian dari pengaturan arus pengunjung dan keselamatan di Dua Masjid Suci.
Yang belum dijelaskan sumber
Pengumuman tersebut tidak menyebut dasar penyusunan indikator kepadatan, apakah berasal dari pemantauan jumlah pengunjung atau proyeksi. Sumber juga tidak menyatakan zona waktu yang dipakai secara eksplisit, tidak menjelaskan apakah pola ini berlaku merata sepanjang Rabiul Akhir termasuk pada hari Jumat, dan tidak menyebut kondisi di lantai atas mataf.
Sumber
Otoritas Haramain Ungkap Jam Terbaik Jalankan Umrah di Bulan Rabiul Akhir – HIMPUH News, 16 September 2026.
Mutiara Ka’bah adalah penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Artikel ini membahas topik yang bersinggungan dengan bidang usaha kami.

Tinggalkan Balasan