Usulan pemerintah untuk musim haji 2027 sudah punya angka: rata-rata BPIH Rp107.340.172,02 per jemaah. Dari nominal itu, yang ditanggung sendiri oleh jemaah dalam bentuk Bipih diusulkan Rp42.936.068,81, setara 40 persen. Porsi nilai manfaat diusulkan Rp64.404.103,21 atau 60 persen.
Semua angka itu masih usulan. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyebut penyelesaian pembahasan kedua Panitia Kerja Haji — DPR RI dan pemerintah — baru ada di kisaran 85 persen. Ia berbicara di Jakarta pada Senin, 14 September 2026, seperti dilansir Antara.
Status pembahasan saat ini
Beberapa komponen biaya belum selesai dihitung. Angka final baru dibawa ke Presiden setelah kedua Panja mencapai kesepakatan.
“Insya Allah dalam satu minggu ke depan kita akan bisa ada kesepakatan tentang angka yang harus dibayar oleh jamaah yang akan kita ajukan ke Presiden,” kata Irfan.
Irfan juga meminta calon jemaah menyiapkan fisik, mental, serta keuangan menjelang keberangkatan.
Dua angka yang menentukan
Dari pembacaan kami, dua angka perlu diikuti bersamaan: total BPIH dan proporsi 40 persen, karena nominal yang dibayar jemaah adalah hasil dari keduanya. Selama pembahasan Panja belum selesai, keduanya belum berstatus final.
Yang belum dijelaskan
- Irfan tidak merinci komponen biaya mana yang membawa usulan 2027 ke angka tersebut.
- Tidak disebutkan jadwal pembukaan pelunasan bagi jemaah yang masuk daftar keberangkatan 2027.
- Tidak disebutkan apakah proporsi 40 persen dan 60 persen itu berbeda dari musim sebelumnya.
Sumber
Pembahasan Sudah 85%, Biaya Haji 2027 Ditargetkan Disepakati Pekan Depan — HIMPUH, 15 September 2026.

Tinggalkan Balasan