Kemenhaj meminta jemaah umrah memperoleh kepastian jadwal penerbangan dari PPIU selagi masih di rumah, sebelum bertolak ke bandara. Permintaan itu keluar di tengah meningkatnya ketegangan keamanan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.
Kepastian jadwal diminta didapat sebelum meninggalkan rumah
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo menyampaikan hal itu melalui keterangan di Jakarta pada Rabu, 16 September 2026. Ia meminta jemaah yang belum berangkat terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing.
“Jemaah kami minta tetap tenang. Bagi yang belum berangkat, terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing dan memantau perkembangan penerbangan. Jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi,” kata Puji.
Puji menekankan PPIU harus segera menyampaikan setiap perubahan maupun penyesuaian jadwal penerbangan kepada jemaah. “Jangan sampai jemaah sudah tiba di bandara, sementara jadwal penerbangannya belum mendapat kepastian. Pastikan seluruh informasi melalui PPIU sebelum berangkat dari rumah,” ujarnya.
Jemaah yang sudah di Arab Saudi diminta tetap terhubung
Bagi jemaah yang sedang berada di Arab Saudi, Kemenhaj mengarahkan kebutuhan informasi maupun pendampingan disalurkan lewat PPIU serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
“Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah sendiri. Pastikan komunikasi tetap terhubung agar setiap persoalan dapat ditangani dengan tepat,” kata Puji.
Kanal informasi yang disebut Kemenhaj adalah PPIU, maskapai penerbangan, kanal resmi pemerintah, serta perwakilan Indonesia di Arab Saudi. Kementerian juga menyediakan layanan pengaduan melalui nomor 0811-888-5888.
Latar situasi sampai 16 September
Imbauan ini muncul setelah Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat mengenai potensi serangan di Makkah, yang kemudian dicabut. Dilansir Saudi Press Agency (SPA), pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan mencegat dan menghancurkan drone Houthi di wilayah selatan Makkah pada Selasa malam, 15 September 2026. Drone itu disebut berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang Kota Makkah.
Juru bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayjen Turki Al-Maliki, menyebut pencegatan terjadi sekitar pukul 18.50 waktu setempat. SPA menyebut peristiwa itu sebagai upaya kedua menargetkan Makkah, setelah upaya pertama dengan rudal balistik pada 27 Juli 2017. Sumber militer Yaman, seperti dilaporkan Saba, membantah pihaknya menargetkan Makkah maupun situs-situs suci lainnya.
Keterangan di atas adalah potret sampai 16 September 2026 dan dapat berubah.
Yang belum dijelaskan Kemenhaj
Dalam keterangan tersebut, Kemenhaj tidak menyebut apakah sudah ada penerbangan umrah yang tertunda atau dibatalkan, berapa jemaah yang terdampak, maupun bagaimana penanganan biaya bila keberangkatan bergeser. Tidak disebut pula sampai kapan imbauan ini berlaku.
Yang diminta Kemenhaj dari jemaah
- Peroleh kepastian jadwal dan teknis penerbangan dari PPIU sebelum meninggalkan rumah menuju bandara.
- Bagi yang sudah berada di Arab Saudi, sampaikan kebutuhan lewat PPIU dan KJRI, dan jangan mengambil langkah sendiri.
- Ambil informasi perjalanan dan penerbangan dari PPIU, maskapai penerbangan, kanal resmi pemerintah, atau perwakilan Indonesia di Arab Saudi.
Pengungkapan: Mutiara Ka’bah adalah penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Artikel ini membahas topik yang bersinggungan dengan bidang usaha kami.
Sumber: Ada Ancaman Drone di Saudi, Kemenhaj Beri Imbauan ini untuk Jemaah Umrah, HIMPUH, 17 September 2026.

Tinggalkan Balasan