By

Published on

Survei YouGov: Hanya 11 Persen Responden Mengenali Kerumunan sebagai Faktor Risiko Pneumonia Serius

<p>Calon jemaah haji dan umrah di Indonesia sudah cukup mengenali dua risiko kesehatan yang paling sering dibicarakan, yaitu cuaca panas dan dehidrasi. Yang hampir tidak dikenali adalah kerumunan sebagai faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami pneumonia serius.</p>

<p>Survei YouGov Indonesia mencatat hanya 11 persen responden mengetahui kaitan tersebut. Pada pertanyaan tentang risiko lain, angkanya jauh lebih tinggi: 69 persen mengantisipasi cuaca panas, 65 persen mewaspadai dehidrasi, dan 57 persen memperkirakan adanya risiko penyakit pernapasan secara umum.</p>

<p>Survei dilakukan terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas. Untuk pertanyaan mengenai rencana menunaikan haji atau umrah, basisnya 860 responden Muslim, dan 43 persen di antaranya menyatakan berencana berangkat dalam dua tahun ke depan.</p>

<h2>Niat berkonsultasi jauh melampaui pelaksanaannya</h2>

<p>Selisih terbesar dalam survei ini bukan pada pengetahuan, melainkan pada tindakan. Sebanyak 77 persen responden menyatakan kemungkinan besar akan berkonsultasi dengan dokter mengenai cara melindungi diri dari penyakit pernapasan serius, sementara yang mengaku pernah benar-benar melakukannya hanya 24 persen.</p>

<p>Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Joyce Bratanata, menyebut jemaah lanjut usia dan jemaah dengan penyakit penyerta perlu perhatian lebih. &ldquo;Haji dan umrah mempertemukan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia, dalam cuaca panas, ruang yang padat dan sering kali dengan waktu istirahat yang sangat terbatas,&rdquo; katanya di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Menurut Joyce, konsultasi sebelum keberangkatan memungkinkan jemaah mengetahui kondisi kesehatannya sendiri sekaligus memahami risiko penyakit pernapasan yang mungkin dihadapi di perjalanan.</p>

<h2>Angka rawat inap yang disebut tanpa rincian sumber</h2>

<p>HIMPUH juga mengutip data evaluasi kesehatan haji 2025: infeksi saluran pernapasan menjadi keluhan rawat jalan terbanyak, pneumonia tercatat sebagai diagnosis terbanyak di antara jemaah yang menjalani rawat inap, dan lebih dari delapan dari sepuluh jemaah yang dirawat memiliki sedikitnya satu penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes.</p>

<p>Kami mencantumkan angka itu sebagaimana dikutip HIMPUH, dengan satu catatan: sumber menyebutnya berasal dari &ldquo;materi&rdquo; tanpa menyebut instansi yang menerbitkan evaluasi tersebut. Selama penerbitnya belum diketahui, angka ini sebaiknya dibaca sebagai keterangan yang dikutip, bukan sebagai data resmi yang sudah bisa diverifikasi sendiri oleh pembaca.</p>

<h2>Konteks: survei ini bagian dari kampanye industri farmasi</h2>

<p>Survei dan keterangan dokter tersebut disampaikan bersamaan dengan peluncuran kampanye edukasi Pfizer Indonesia, Lindungi Napasmu Jaga Momen Berarti. Menurut pembacaan kami, hal itu tidak membatalkan temuan surveinya, tetapi pembaca berhak tahu siapa yang mengadakan dan siapa yang berkepentingan atas pesannya, terutama karena kampanye kesehatan pernapasan bersinggungan dengan produk yang dijual perusahaan farmasi.</p>

<h2>Yang belum dijelaskan sumber</h2>

<p>Keterangan yang tersedia tidak memuat jumlah kasus pneumonia dalam angka absolut, tidak merinci instansi penerbit evaluasi kesehatan haji 2025, dan tidak menyebut tindakan pencegahan yang spesifik, termasuk soal vaksinasi. Karena itu isi pemeriksaan sebelum keberangkatan sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau petugas kesehatan haji, bukan disimpulkan dari angka survei.</p>

<h2>Sumber</h2>

<p><a href=”https://himpuh.or.id/blog/detail/4935/risiko-pneumonia-pada-jamaah-haji-dan-umrah-masih-sering-diabaikan” rel=”nofollow”>Risiko Pneumonia pada Jamaah Haji dan Umrah Masih Sering Diabaikan</a> &mdash; HIMPUH, 25 September 2026.</p>

Discover Eventure 2025

An event for curious minds committed to the planet. Engineers, designers, educators, biologists, technologists, artists, city-makers, and activists — all working at the intersection of nature, science, and innovation to build a more sustainable future.

Join the Club

Stay updated with our latest tips and other news by joining our newsletter.

Tinggalkan Balasan