Jemaah yang hendak tawaf atau sa’i di Masjidil Haram punya rujukan selain perkiraan sendiri soal kapan satu area sedang padat. Arab Saudi menyediakan Peta Interaktif Haramain, layanan digital yang menampilkan kondisi kepadatan area tawaf dan sa’i secara real time, dilengkapi indikator waktu untuk menandai periode yang relatif lebih sepi.
HIMPUH melaporkan rincian layanan ini dengan mengutip Gulf News, yang bersumber pada kantor berita Saudi SPA. Pengembangnya adalah Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sebagai bagian dari perluasan layanan berbasis teknologi di kawasan dua masjid suci.
Apa saja yang ada di dalamnya
Menurut laporan tersebut, peta memuat sekitar 950 titik lokasi di kawasan Masjidil Haram dan sejumlah lokasi terkait. Di antaranya Ka’bah, Maqam Ibrahim, Safa dan Marwah, Raudhah Asy-Syarifah, Kamar Nabi, mihrab, serta mimbar Nabi Muhammad SAW.
Pada sisi navigasi, tersedia lebih dari 100.000 pilihan rute yang dikelompokkan dalam lebih dari 17 kategori, serta lebih dari 650 kode QR yang dapat dipakai pengunjung untuk mengakses informasi. Layanan ini juga memuat informasi mengenai akses bagi penyandang disabilitas.
Yang belum dijelaskan sumber
Laporan yang tersedia tidak menyebut di mana jemaah dapat membuka layanan ini. Tidak ada nama aplikasi, tautan, maupun keterangan apakah peta diakses melalui peramban, aplikasi tersendiri, atau kanal resmi yang sudah dipakai jemaah. Tidak disebut pula apakah antarmukanya tersedia dalam bahasa Indonesia.
Dua keterangan itulah yang menentukan apakah layanan ini benar-benar terpakai oleh jemaah Indonesia di lapangan, dan keduanya belum tersedia dalam laporan yang ada.
Relevansi bagi calon jemaah
Bagi jemaah yang menyusun jadwal ibadah bersama rombongan, informasi kepadatan secara real time berguna untuk memilih waktu tawaf dan sa’i. Keterangan soal akses bagi penyandang disabilitas relevan bagi rombongan yang membawa jemaah dengan keterbatasan gerak, karena rute yang dipilih ikut menentukan lama dan beratnya perjalanan di dalam kawasan.
Menurut pembacaan kami, selama kanal aksesnya belum jelas disebutkan, menanyakan layanan ini kepada pembimbing perjalanan atau petugas di lapangan lebih praktis daripada mencarinya sendiri sebelum keberangkatan.
Sumber
Mau Tawaf Tanpa Terjebak Kerumunan? Jemaah Bisa Pantau Kepadatan dari Peta Digital Masjidil Haram — HIMPUH, 20 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan