Jemaah umrah yang terbang lewat Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, tidak bisa lagi bersandar pada informasi terminal dari pemesanan lama. North Terminal sudah berhenti melayani penerbangan, dan seluruh penerbangan yang sebelumnya ditangani di sana kini dipindahkan ke Terminal 4 serta Kompleks Terminal Haji dan Umrah.
HIMPUH melaporkan pemindahan itu berlaku penuh pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menutup proses perpindahan bertahap yang berjalan sejak 27 September. Dengan penutupan ini North Terminal berhenti beroperasi setelah 45 tahun melayani penerbangan. Pengumuman perubahan disampaikan melalui akun resmi bandara pada 16 Oktober.
Bandara belum merinci maskapai di tiap terminal
Pihak bandara belum menyebut maskapai mana saja yang ditempatkan di Terminal 4 dan mana yang di Kompleks Terminal Haji dan Umrah. Penumpang diminta memeriksa sendiri informasi terminal sesuai penerbangan masing-masing.
Jadwal perpindahan yang sudah dipublikasikan memperlihatkan prosesnya berjalan maskapai per maskapai. Wizz Air, AJet, dan SalamAir pindah ke Terminal 4 pada 27 September. Fly Jinnah berpindah dari area B3 Kompleks Terminal Haji dan Umrah pada 28 September, dan pada hari yang sama Nesma Airlines dipindahkan dari North Terminal. Akasa Air menyusul dari area B3 pada 29 September. SyrianAir dan Pegasus dijadwalkan berpindah pada 1 Oktober, lalu Azerbaijan Airlines dan Tunisair pada 3 Oktober. HIMPUH mencatat daftar tersebut adalah jadwal perpindahan yang dipublikasikan, bukan daftar lengkap terminal akhir setiap maskapai.
Terminal 4, bekas South Terminal
Terminal 4 sebelumnya dikenal sebagai South Terminal dan ditutup untuk penumpang sejak 2020, sebelum dikembangkan kembali dan dibuka untuk operasional, terutama bagi maskapai internasional berbiaya rendah. Luasnya sekitar 97.000 meter persegi dengan kapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun. Fasilitasnya mencakup 62 konter check-in termasuk area khusus check-in kelompok, 66 konter pemeriksaan paspor, sistem penanganan bagasi, lounge First dan Business, serta koneksi menuju Terminal 1 bagi penumpang penerbangan lanjutan.
Jeddah Airports Company sebagai pengelola bandara menyebut pemindahan dilakukan untuk menyebarkan arus penumpang ke berbagai fasilitas yang tersedia, melancarkan operasional, dan memperbesar kemampuan bandara menangani jumlah penumpang yang lebih besar. Bandara Internasional King Abdulaziz mencatat 53,4 juta penumpang pada 2025, dan rencana pengembangannya menargetkan kapasitas lebih dari 90 juta penumpang per tahun pada 2030. Pengembangan itu disebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Saudi Vision 2030 dan National Transport and Logistics Strategy.
Yang belum dijelaskan sumber
Dua hal belum terjawab. Pertama, pembagian maskapai antara Terminal 4 dan Kompleks Terminal Haji dan Umrah — informasi yang paling dibutuhkan penumpang menjelang keberangkatan. Kedua, nasib bangunan North Terminal: dalam laporan tersebut bandara belum menjelaskan apakah bangunan itu ditutup permanen, dialihfungsikan, atau kembali digunakan untuk penerbangan pada masa mendatang.
Yang perlu diperiksa sebelum berangkat
Mengikuti imbauan yang disampaikan bandara, terminal keberangkatan dan kedatangan perlu diperiksa kembali melalui tiket, aplikasi atau situs resmi maskapai, serta situs dan akun media sosial resmi bandara. Detail pemesanan lama sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya acuan karena perubahan terminal berlangsung bertahap sepanjang periode pemindahan.
Jemaah yang bepergian dalam rombongan perlu mengonfirmasi lokasi check-in kepada penyelenggara perjalanan atau maskapai. Bagi penumpang dengan penerbangan lanjutan, terminal kedatangan dan keberangkatan perlu diperiksa secara terpisah, dengan waktu cadangan yang cukup untuk perpindahan antarterminal.
Sumber
Ditutup Mulai 17 Oktober, Penerbangan dari North Terminal Jeddah Kini Beroperasi di Terminal 4 dan Terminal Haji — HIMPUH, 20 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan