HIMPUH melaporkan bahwa pemilihan pintu masuk Masjid Nabawi kini dibantu layar interaktif yang menampilkan seberapa padat tiap pintu pada saat itu.
Menurut laporan tersebut, Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengoperasikan jaringan penunjuk jalan terintegrasi dengan lebih dari 100 layar elektronik interaktif. Layar itu disebut menampilkan status kapasitas setiap pintu masuk beserta rute aksesnya secara real-time, sehingga jemaah dapat mengetahui pintu mana yang masih lengang sebelum memilih jalur.
Laporan yang sama menyebut satu angka lain: lebih dari 270 papan petunjuk arah di kawasan tersebut. Papan-papan itu memakai kode warna terstandar, yang memberi tiap zona dan tujuan penanda visualnya sendiri. Fungsinya, menurut laporan itu, membantu jemaah lintas negara mengenali rute.
Apa artinya bagi jemaah rombongan
Menurut pembacaan kami, dari dua hal tersebut, status kepadatan pintu yang paling berguna bagi jemaah yang bergerak dalam rombongan: ia memberi dasar untuk menimbang perpindahan titik masuk sebelum antrean di satu pintu terurai. Yang belum dapat kami pastikan dari laporan tersebut adalah seberapa jauh layar itu terbaca dari posisi jemaah yang sudah berada di dalam antrean.
Yang belum dijelaskan sumber
Laporan tersebut tidak menyebut sejak kapan jaringan ini beroperasi, di titik mana saja layar dipasang, dan bahasa apa yang tersedia pada layarnya. Tidak disebut pula apakah status kepadatan yang sama dapat dilihat lewat aplikasi dari luar kawasan masjid. Menurut pembacaan kami, poin terakhir itulah yang paling menentukan nilai pakainya bagi jemaah yang menyusun rencana ziarah sebelum tiba di Madinah.

Tinggalkan Balasan