Kementerian Haji dan Umrah memblokir sementara akses PT Assyifa Berkah Mandiri ke SISKOPATUH, Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus. Menurut pemberitaan HIMPUH, pemblokiran itu bertujuan memastikan tidak ada penambahan jemaah baru yang diberangkatkan travel tersebut, sementara 95 orang belum memperoleh tiket kepulangan. Sumber tidak menyebut di mana mereka berada saat ini.
Dasar pemblokiran
Travel itu disebut sengaja tidak menyediakan tiket kepulangan; kesimpulan tersebut, menurut sumber, berasal dari temuan klarifikasi dan Nota Dinas Nomor ND-297/PN.2.2/2026. Jumlah orang yang terdampak 95, dengan rincian 91 jemaah umrah dan empat tour leader. Pemulangan mereka tertunda melampaui batas 1×24 jam. Status izin PPIU bernomor SK 14092200972520002 di SISKOPATUH kini tercatat "DIBLOKIR".
Kepala Subdirektorat Bina Umrah Edayanti menyatakan rekomendasi sanksi administratif diajukan setelah aduan masyarakat ditelaah. "Kami di Direktorat Bina Haji Khusus dan Umrah langsung merekomendasikan pemblokiran sementara akses SISKOPATUH PT Assyifa Berkah Mandiri ke Direktorat Perizinan, guna memastikan tidak ada penambahan jemaah baru yang diberangkatkan dan berisiko terlantar," katanya, dikutip di Jakarta pada Selasa, 3 November 2026.
Blokir tidak menghapus kewajiban travel
Direktur Perizinan dan Akreditasi Haji Khusus dan Umrah, Atty Novyanty, menyatakan pemblokiran sementara sudah dieksekusi dan tidak membebaskan travel dari tanggung jawabnya. "Status blokir ini sama sekali tidak menghambat penyelesaian hak jemaah. PT Assyifa Berkah Mandiri tetap wajib bertanggung jawab penuh atas pemenuhan tiket kepulangan mereka," ujarnya.
Pemblokiran disebut merujuk pada peraturan yang berlaku, antara lain Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 2 Tahun 2026 tentang sanksi administratif. Status blokir itu sendiri akan ditinjau kembali dengan melihat itikad baik travel dalam memenuhi kewajibannya kepada jemaah, dan Kemenhaj menyatakan akan melanjutkan investigasi untuk menentukan sanksi lanjutan.
Yang belum dijelaskan sumber
Pemberitaan tersebut tidak menyebut kapan 95 orang itu dipulangkan, bagaimana status jemaah lain yang sudah mendaftar dan menyetor dana ke travel yang sama, berapa lama pemblokiran berlaku, maupun apakah ada mekanisme penggantian biaya bagi jemaah terdampak. Menurut pembacaan kami, empat hal itu paling menentukan bagi jemaah, dan semuanya belum terjawab.
Relevansi bagi calon jemaah
Menurut pembacaan kami, kasus ini memperlihatkan bahwa izin PPIU punya nomor SK dan status yang tercatat di SISKOPATUH. Karena itu nomor izin pantas ditanyakan calon jemaah kepada travel mana pun sebelum menyetor dana.
Mutiara Ka'bah adalah penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Artikel ini membahas topik yang bersinggungan dengan bidang usaha kami.
Sumber
95 Jemaah Tertahan, Kemenhaj Blokir Akun Travel PT Assyifa — HIMPUH, 3 November 2026.

Tinggalkan Balasan